Saturday, 10 September 2011

Mau Sekolah Saja Susah - Ironi di Negeri Penghasil Energi

Selasa pagi sekitar pukul 6 dini hari, disebuah desa yang terletak di kecamatan Mangkutana, aku melihat sekelompok anak sekolah sedang duduk-duduk di tepian aspal jalan raya desa, sepertinya mereka sedang menunggu bus sekolah yang setiap pagi datang mengantar mereka berangkat ke sekolah, terlihat anak berseragam SMA dan lebih banyak yang berseragam SMP, maklum didesa ini belum ada SMP apalagi SMA, untuk mencapai SMP dan SMA terdekat kita harus menempuh jarak sekitar 15 Km atau diperlukan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai disekolah.

Menunggu Bus Sekolah
Tak lama berselang bus yang ditunggu-tungu itupun datang dan berhenti dikerumunan anak-anak, terlihat bus sudah penuh, banyak siswa yang berdiri didalam bus, sementara diluar anak-anak yang menunggu dipinggir jalan tadi berebut untuk masuk kedalam bus, hanya beberapa orang saja dari mereka yang bisa masuk kedalam bus, sementara ada 3 anak laki-laki yang memberanikan diri untuk berdiri menggantung di pintu bus tanpa memperdulikan keselamatan dirinya yang ada dipikirannya pagi itu hanya bagaimana mareka bisa pergi kesekolah.

Over Capacity
Tapi diluar masih banyak anak-anak yang tidak bisa masuk kedalam bus, dengan kepala tertunduk anak-anak itu kembali kerumah mereka masing-masing, bagi mereka yang memiliki kendaraan pribadi seperti motor, tak jadi masalah, mereka dapat pergi dengan menggunakan motor, atau yang orangtuanya mampu membayarkan sewa ojek, mereka masih dapat pergi kesekolah pagi itu. Tapi bagaimana dengan orangtua yang tidak memiliki motor, atau orangtua yang tak memiliki persediaan uang untuk membayar sewa ojek, mau tidak mau mereka harus mengurungkan niat mereka untuk pergi kesekolah pagi itu.

Pulang lagi, busnya tidak muat, hari ini libur lagi
Menurut keterangan dari salah satu orangtua siswa yang sempat saya temui, ongkos ojek untuk bisa sampai kesekolah yang jaraknya sekitar 15 Km adalah Rp 7000, tak terbayang apabila orangtua siswa harus menanggung biaya transportasi yang cukup mahal itu setiap hari. Dengan adanya bus sekolah yang difasilitasi dari pemerintah kabupaten luwu timur, maka beban dari orangtua siswa dapat teratasi, namun selama beroperasi bus sekolah hanya memprioritaskan siswa-siswi SMA, entah bus tersebut dikhususkan bagi siswa SMA atau bukan, tapi pada kenyataannya banyak siswa SMP yang tidak bisa ikut bus sekolah.

Menurut keterangan dari salah satu guru di SD, di desa ini terdapat 4 sekolah dasar yang mana satu sekolah adalah sekolah induk dan tiga lainnya adalah kelas jauh yang mana rata-rata alumni pertahun dari keempat SD tersebut sekitar 70-80 siswa pertahun, dengan banyaknya jumlah lulusan SD tiap tahunnya dan juga faktor jarak desa ini dengan SMP yang cukup jauh serta medan yang harus ditempuh cukup berat dengan jalan yang berliku diantara hutan cagar alam dan perkebunan kelapa sawit, menjadikan desa ini butuh satu unit SMP. Infrastruktur jalan sepanjang desa ini cukup baik namun infrastruktur listrik belum dirasakan desa ini sampai sekarang. Demikian sedikit cerita dari salah satu desa di Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten yang terkenal sebagai daerah penghasil Nikel terbesar di Indonesia.

Saturday, 11 June 2011

Ecotourism to Mamasa

Ladang Padi di Lembah Mamasa
Hi Sahabat, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan ekstrem saya di Bumi Mamasa. Minggu, 5 Juni 2011 berawal dari panggilan yang saya terima, sebuah lembaga Independen Indonesia meminta saya untuk menjadi relawan dalam slah satu kegiatan penelitian di Provinsi Sulawesi Barat, setelah pertemuan singkat kami di Makassar akhirnya diputuskan bahwa Kab. Mamasa menjadi lokasi yang nantinya akan saya satangi. sekilas terbayang pegunungan dengan udara dingin serta masyarakat yang mayoritas nonmuslim menantiku disana. Memerlukan waktu kurang lebih 11 jam perjalanan bila ditempuh melalui jalur darat, Kabupaten Mamasa memiliki kontur jalan menanjak dan berliku-liku, ini dikarenakan hampir seluruh Kab. Mamasa berada pada daerah pegunungan.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya kami tiba di provinsi termuda di Indonesia ini. di pusat kota saya dan teman-teman satu tim akhirnya berpencar, dari kota saya harus menempuh jarak kurang lebih 40KM lagi untuk sampai di desa tempatku meneliti, setelah 3 jam perjalanan menggunakan mobil dan disambung dengan ojek akhirnya saya sampai di desa Sibanawa Kec. Sumarorong , setibanya disana saya disambut dengan ramah oleh penduduk setempat, bahkan Pak Kepala desanya pun ikut menemuiku, maklum saja mobil yang saya tumpangi berhenti di acara pernikahan salah satu warga dan kebetulan disana ada Pak kepala desa,
Sedikit fakta mengenai masyarakat di Mamasa, mayoritas penduduknya beragama nasrani dan disetiap rumah rata-rata mereka memelihara babi, kalau di Jawa seperti ayam, apabila tiba pesta, baik itu pesta adat, pernikahan ataupun kematian, setiap perwakilan keluarga membawa babi sebagai wujud bantuan, seperti gambar berikut ini, seorang pria memikul babi di pasar.


Tak terasa sudah satu malam saya lalui di desa yang super dingin ini, aku menginap di salah satu rumah tokoh masyarakat disana namanya Pak Upa' sedikit tentang pak Upa' ia memiliki adik yang pernah dikirim sebagai salah satu personel tentara dalam Pasukan Perdamaian Indonesia ke  Lebanon pada saat konflik di timur tengah berkecamuk pada tahun 2009 lalu.

Suasana pagi di desa ini, disaat saya terbangun di suatu pagi kurasakan embun bak butiran debu berkilau yang menerpa wajahku, matahari bersembunyi ditebalnya kabut pagi, nampak bayangan rimbun pohon pinus berbaris menuruni bukit, udara dingin ini seakan masuk menembus kedalam hangatnya hati, beberapa pasang mata dengan tatapan penasarannya menatapku sambil terdiam, tak lama aku dikejutkan dengan sepasang elang berkepala putih yang tak malu-malu melintas dihadapanku, berputar-putar seakan ingin mengajakku terbang, Subhanallah.. sungguh pesona alam yang sangat indah. Sekian dulu pengalamanku dari Kab. Mamasa Sulawesi Barat. Ditulis di Sumarorong, 8 Juni 2011 

Saturday, 12 June 2010

Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

"Sejatinya kita tidak perlu lebih baik dari orang lain. Tapi kita harus lebih baik dari diri kita yang kemarin" kata bijak berikut ini patut kita jadikan prinsip hidup agar kita tidak mudah kecewa dan putus asa, apalagi kalau sampai hilang rasa percaya diri, memandang orang lain lebih hebat dari kita. Itulah sebabnya maka setiap kali bertemu dengan orang, kita selalu merasa minder. Lantas, apakah terlalu over confidence atau berlebihan rasa percaya diri  sama dengan kesombongan? Seolah olah orang yang penuh percaya diri itu sombong dan orang yang minder itu dalah orang yang rendah hati. Itu adalah persepsi yang salah. Bagaiman caranya agar kita memiliki rasa percaya diri yang tepat dan pada saat yang sama kita juga tetap rendah hati ?

Everybody is Genius

Kita harus sadar bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing – masing. sehebat – hebatnya seseorang, tentu dia tetap memiliki kelemahan. Hanya saja, yang selalu tampak adalah kelebihannya dan bukan kelemahannya,fokusnya adalah pada kelebihannya dan bukan pada kelemahannya. Jadi untuk bisa memiliki rasa percaya diri yang tepat, kita perlu berfokus pada kelebihan kita dan bukan hanya pada kelemahan kita.

Ubahlah Persepsi terhadap Diri Anda Sendiri

Persepsi anda terhadap diri sendiri haruslah diubah. Yakinkan pada diri sendiri bahwa anda memiliki kelebihan yang orang lain tidak miliki., yakinkan pada diri anda bahwa anda pasti bisa melakukan sesuatu buat perusahaan tempat dimana anda akan bekerja. Jika anda mempunyai pemikiran tersebut, maka tentunya cara pandang anda terhadap diri sendiri akan berubah. Ketika cara pandang anda terhadap diri sendiri menjadi baik, maka tentunya rasa percaya diri yang baik akan tumbuh .

Sugesti Diri Anda dengan Kata-kata yang Positif

Setiap hari saat anda bangun pagi, tataplah diri anda didepan cermin dan katakan hal – hal positif buat diri anda sendiri. Misalnya, “ saya adalah orang yang berharga. Saya bisa mengkonstribusikan sesuatu buat perusahaan dimana saya ada. “ Anda bisa juga mengatakan, “ hari ini adalah hari yang penuh keberuntungan. Saya akan bertemu dengan orang – orang yang membantu saya. Sesuatu yang baik akan terjadi hari ini “ ucapkanlah sesuatu yang bisa membangun semangat anda sendiri. Bila anda selalu mengucapkan sesuatu yang positif buat diri Anda, maka hal yang positif akan terjadi dalam hidup Anda.

Akhirnya, tetap semangat dan jangan pernah menyerah karena apapun yang terjadi selalu ada jalan keluarnya. Ingat, kita tidak dilahirkan sebagai orang gagal tetapi sebagai pemenang.

Simak juga: Kisah Inspiratif dari Seekor Katak

Mau Sekolah Saja Susah - Ironi di Negeri Penghasil Energi

Selasa pagi sekitar pukul 6 dini hari, disebuah desa yang terletak di kecamatan Mangkutana, aku melihat sekelompok anak sekolah sedang dud...